Laporan Warga Dijawab Cepat, Babinsa dan Manggala Agni Cegah Api Meluas di Parangloe

GOWA 07 Sep 2026 07:21 2 min read 28 views By Aril

Share berita ini

Laporan Warga Dijawab Cepat, Babinsa dan Manggala Agni Cegah Api Meluas di Parangloe
Kolaborasi antara TNI, Manggala Agni, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan penanganan kebakaran. Dengan kekuatan satu personel Babinsa, lima personel Manggala Agni, serta dukungan sekitar enam warga setempat, api akhirnya berhasil dijinakkan pada pukul 12.30 Wita.

GOWA, ZATERANEWS.COM — Kesigapan warga dan respons cepat aparat gabungan berhasil mencegah kebakaran lahan meluas di Kelurahan Bontoparang, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, Minggu (6/9/2026).

 

Kebakaran terdeteksi sekitar pukul 11.00 Wita setelah seorang warga melihat munculnya titik api di kawasan lahan yang berada di wilayah Bontoparang. Menyadari ancaman yang dapat membahayakan lingkungan sekitar, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada Babinsa setempat, Serka Suardi, dan pihak terkait.

 

Laporan itu langsung ditindaklanjuti. Hanya berselang sekitar 15 menit, Babinsa bersama personel Manggala Agni dan warga bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

 

Dalam operasi tersebut, tim gabungan mengerahkan satu unit mobil tangki air dan lima unit pompa punggung (jet shooter) guna mempercepat pengendalian api yang mulai membakar vegetasi di lokasi kejadian.

 

Kolaborasi antara TNI, Manggala Agni, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan penanganan kebakaran. Dengan kekuatan satu personel Babinsa, lima personel Manggala Agni, serta dukungan sekitar enam warga setempat, api akhirnya berhasil dijinakkan pada pukul 12.30 Wita.

 

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran menghanguskan sekitar 0,5 hektare lahan yang ditumbuhi pohon jati putih, rumpun bambu, dan semak belukar.

 

Peran aktif Babinsa dalam merespons laporan warga dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih besar. Kecepatan penanganan di lapangan membuat api tidak sempat merembet ke area yang lebih luas maupun mendekati permukiman warga.

 

Peristiwa ini kembali menunjukkan pentingnya sinergi antara masyarakat, aparat teritorial, dan petugas pemadam kebakaran hutan dalam menghadapi ancaman kebakaran lahan yang masih berpotensi terjadi selama musim kemarau. (*)

Zatera News