Pelindo Tak Sekadar Salurkan Bantuan, Program Sido-Daya Disiapkan Jadi Mesin Penggerak Ekonomi Desa
LUWU UTARA, ZATERANEWS.COM – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo Regional 4 Makassar mulai mengubah pendekatan program sosial perusahaan dari sekadar bantuan menjadi pemberdayaan yang berorientasi hasil.
Komitmen itu ditandai dengan peluncuran Program Sido-Daya (Sidomukti Berdaya) di Desa Sidomukti, Kabupaten Luwu Utara, Kamis (20/8/2026). Program ini dirancang untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa melalui pendampingan, pengembangan usaha, dan optimalisasi potensi lokal yang dimiliki warga.
Peluncuran program dilakukan melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan Pelindo, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat penerima manfaat.
Mewakili Pelindo Regional 4 Makassar, Iwan Sjarifuddin menegaskan bahwa program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) yang dijalankan perusahaan harus mampu menghasilkan dampak nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
“Program Sido-Daya merupakan langkah konkret Pelindo Regional 4 Makassar untuk memastikan program TJSL tidak hanya memberikan manfaat sesaat, tetapi mampu menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat, khususnya melalui peningkatan pendapatan, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan UMKM,” ujarnya.
Fokus pada Kemandirian Ekonomi Desa
Berbeda dengan program bantuan konvensional, Sido-Daya difokuskan pada penguatan kapasitas masyarakat agar mampu mengembangkan potensi ekonomi yang ada di desa secara mandiri.
Program ini menitikberatkan pada tiga sasaran utama, yakni peningkatan pendapatan masyarakat, penciptaan lapangan kerja baru melalui optimalisasi potensi desa, serta penguatan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Langkah tersebut dinilai penting agar manfaat program tidak berhenti setelah bantuan diberikan, tetapi terus berkembang menjadi aktivitas ekonomi yang berkelanjutan.
Warga Dilibatkan Menentukan Arah Program
Salah satu pendekatan yang diterapkan dalam Program Sido-Daya adalah melibatkan masyarakat sejak tahap perencanaan.
Melalui diskusi interaktif yang digelar usai peluncuran program, warga bersama pemerintah desa dan Pelindo membahas berbagai potensi, kebutuhan, serta peluang usaha yang dapat dikembangkan di Desa Sidomukti.
Hasil diskusi tersebut akan menjadi dasar dalam penyusunan program pendampingan dan pengembangan ekonomi yang sesuai dengan kondisi riil masyarakat.
Pendekatan partisipatif ini diharapkan mampu membuat program lebih tepat sasaran sekaligus meningkatkan rasa memiliki masyarakat terhadap setiap kegiatan yang dijalankan.
Dorong UMKM dan Potensi Lokal Naik Kelas
Pelindo menilai penguatan ekonomi desa tidak dapat dilepaskan dari pengembangan UMKM dan pemanfaatan potensi lokal yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat.
Karena itu, Program Sido-Daya diarahkan tidak hanya membantu pelaku usaha bertahan, tetapi juga meningkatkan kapasitas usaha agar lebih produktif, kompetitif, dan mampu menciptakan peluang kerja baru.
Dengan model pendampingan yang berkelanjutan, program ini diharapkan menjadi salah satu instrumen penguatan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan desa yang lebih mandiri.
Melalui Sido-Daya, Pelindo Regional 4 Makassar menegaskan bahwa program TJSL tidak lagi sekadar berbentuk bantuan sosial, tetapi menjadi investasi sosial yang bertujuan menciptakan pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang. (*)
Related Articles