Ribuan Warga Bone Gelar Salat Istisqa, Kekeringan Mulai Tekan Pertanian dan Peternakan

BONE 10 Sep 2026 13:10 3 min read 34 views By Yusnadi

Share berita ini

Ribuan Warga Bone Gelar Salat Istisqa, Kekeringan Mulai Tekan Pertanian dan Peternakan
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, jajaran Forkopimda, tokoh agama, serta ribuan warga Kabupaten Bone memadati Lapangan Merdeka, Kota Watampone, Kamis (10/9/2026), untuk melaksanakan Salat Istisqa.

BONE, ZATERANEWS.COM — Ribuan warga Kabupaten Bone memadati Lapangan Merdeka, Kota Watampone, Kamis (10/9/2026), untuk melaksanakan Salat Istisqa. Di tengah musim kemarau yang berkepanjangan dan kebutuhan air yang semakin mendesak, masyarakat memilih menempuh ikhtiar spiritual dengan memohon turunnya hujan.

 

Salat Istisqa tersebut dihadiri Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, serta berbagai elemen masyarakat.

 

Doa bersama yang dipanjatkan ribuan jamaah menjadi simbol harapan agar krisis air yang mulai dirasakan warga tidak semakin berdampak terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat.

 

Air Menjadi Persoalan yang Semakin Mendesak

 

Ketersediaan air kini menjadi perhatian serius di Kabupaten Bone. Kemarau yang berlangsung dalam beberapa waktu terakhir mulai dirasakan dampaknya, terutama bagi sektor pertanian dan peternakan yang menjadi penopang utama perekonomian masyarakat.

 

Bupati Bone Andi Asman Sulaiman mengatakan, air merupakan kebutuhan dasar yang menentukan keberlangsungan berbagai aktivitas masyarakat.

 

"Kebutuhan dasar air sedikit saja terganggu bisa mengancam seluruh usaha kita, baik pertanian maupun peternakan. Akibatnya, hasilnya tidak bisa maksimal, termasuk untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari kita," ujarnya.

 

Menurutnya, gangguan terhadap ketersediaan air bukan hanya berdampak pada produksi pertanian dan peternakan, tetapi juga berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat secara luas.

 

Ikhtiar Bersama Memohon Turunnya Hujan

 

Di hadapan ribuan jamaah, Andi Asman mengapresiasi antusiasme masyarakat yang hadir mengikuti Salat Istisqa.

 

Ia menilai kebersamaan masyarakat dalam berdoa menjadi bagian penting dari ikhtiar menghadapi kondisi kekeringan yang tengah terjadi.

 

"Saya mengucapkan terima kasih kepada semua jamaah atas kesempatan hadir dan bersama-sama melaksanakan salat hari ini untuk memohon turunnya hujan," katanya.

 

Bupati Bone berharap doa yang dipanjatkan secara bersama-sama dapat membawa keberkahan bagi masyarakat dan membantu memenuhi kebutuhan air yang semakin mendesak.

 

"Hari ini kita mewakili seluruh masyarakat Bone untuk salat dan berdoa memohon hujan. Semoga kita semua diberikan keberkahan dengan turunnya hujan, sehingga kebutuhan air masyarakat dapat terpenuhi dan aktivitas pertanian serta peternakan dapat kembali berjalan dengan baik," harapnya.

 

MUI Bone Ajak Jamaah Perbanyak Istigfar

 

Salat Istisqa dan khotbah dipimpin Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bone, A.G. Prof. KH. M. Amir.

 

Dalam khotbahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk memperbanyak istigfar, melakukan introspeksi diri, dan memperkuat pertobatan kepada Allah SWT.

 

Prof. KH. M. Amir mengingatkan bahwa setiap umat perlu mengevaluasi perilaku dalam kehidupan sehari-hari serta memperbanyak amal kebaikan sebagai bagian dari upaya mendekatkan diri kepada Allah.

 

Ia juga menyinggung pentingnya menunaikan kewajiban zakat, menjauhi perbuatan yang dilarang agama, serta meninggalkan praktik-praktik yang dapat merusak kehidupan sosial.

 

"Mari kita merenungi perilaku kita. Saatnya bertobat dengan sungguh-sungguh dan tidak mengulangi perbuatan yang dilarang Allah SWT," ajaknya.

 

Harapan di Tengah Musim Kemarau

 

Pelaksanaan Salat Istisqa menjadi momentum refleksi sekaligus penguat harapan bagi masyarakat Bone yang tengah menghadapi keterbatasan air.

 

Di tengah ancaman kekeringan yang mulai dirasakan petani dan peternak, doa bersama tersebut menunjukkan bahwa masyarakat tidak hanya mengandalkan upaya teknis, tetapi juga memperkuat ikhtiar spiritual.

 

Harapannya, hujan segera turun membawa keberkahan, mengisi kembali sumber-sumber air yang mulai menyusut, serta menghidupkan kembali aktivitas pertanian dan peternakan yang menjadi tumpuan hidup ribuan warga Bone. (*)

Zatera News