RS Regional Dibangun di Malino, Warga Gowa Tak Lagi Bergantung pada Rujukan ke Makassar

GOWA 30 Jul 2026 20:46 3 min read 120 views By PS

Share berita ini

RS Regional Dibangun di Malino, Warga Gowa Tak Lagi Bergantung pada Rujukan ke Makassar
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan pembangunan RS Regional bukan sekadar proyek infrastruktur kesehatan, tetapi bagian dari upaya menghadirkan layanan yang lebih dekat dan merata bagi masyarakat.

GOWA, ZATERANEWS.COM — Masyarakat dataran tinggi Gowa dan wilayah perbatasan Sulawesi Selatan segera memiliki akses layanan kesehatan rujukan yang lebih dekat. Pembangunan Rumah Sakit Regional Wilayah Selatan Sulawesi Selatan resmi dimulai di Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kamis (30/7/2026).

 

Kehadiran rumah sakit tersebut diharapkan menjadi solusi atas persoalan klasik yang selama ini dihadapi warga, yakni jauhnya akses menuju layanan kesehatan rujukan, terutama bagi pasien yang harus dirawat atau mendapatkan penanganan medis spesialis.

 

Selama ini, banyak pasien dari kawasan pegunungan Gowa maupun daerah perbatasan harus menempuh perjalanan panjang menuju Makassar untuk mendapatkan layanan kesehatan lanjutan.

 

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan pembangunan RS Regional bukan sekadar proyek infrastruktur kesehatan, tetapi bagian dari upaya menghadirkan layanan yang lebih dekat dan merata bagi masyarakat.

 

“Kita ingin pembangunan kesehatan di Gowa bergerak dari sekadar menyediakan fasilitas menjadi upaya memastikan setiap warga memiliki akses yang setara terhadap layanan kesehatan. Rumah sakit ini adalah bagian dari komitmen kita untuk mendekatkan layanan kepada masyarakat yang selama ini menghadapi persoalan jarak dan waktu ketika membutuhkan rujukan,” ujarnya.

 

Rumah sakit tipe C tersebut dibangun di atas lahan sekitar 21 ribu meter persegi dengan luas bangunan hampir 10 ribu meter persegi. Fasilitas yang disiapkan meliputi Instalasi Gawat Darurat (IGD), layanan ibu dan anak, spesialis dasar, ICU/HCU, ruang operasi, ruang bersalin, rawat inap, hingga berbagai layanan penunjang medis lainnya.

 

Dengan kapasitas awal 100 tempat tidur, rumah sakit ini diproyeksikan melayani tujuh kecamatan dataran tinggi di Kabupaten Gowa serta masyarakat dari wilayah perbatasan Kabupaten Sinjai dan Bulukumba.

 

Posisi strategis tersebut menjadikan Malino bukan hanya destinasi wisata unggulan, tetapi juga calon pusat layanan kesehatan baru bagi kawasan selatan Sulawesi Selatan.

 

“Pembangunan ini juga menempatkan Gowa dalam posisi strategis sebagai bagian dari sistem pelayanan kesehatan regional. Kita ingin masyarakat Gowa mendapatkan layanan lebih cepat, sementara masyarakat dari wilayah sekitar juga memiliki pilihan rujukan yang lebih dekat,” kata Husniah.

 

Proyek senilai Rp161 miliar itu menggunakan skema design and build dan ditargetkan rampung pada Agustus 2027.

 

Menurut Husniah, keberhasilan pembangunan rumah sakit nantinya harus diukur dari dampak yang dirasakan masyarakat, terutama berkurangnya waktu tempuh rujukan dan semakin mudahnya akses terhadap layanan kesehatan spesialis.

 

“Ketika rumah sakit ini beroperasi, ukurannya harus jelas. Waktu rujukan pasien harus lebih singkat, akses layanan spesialistik semakin dekat dan rujukan kasus nontersier ke Makassar semakin berkurang,” tegasnya.

 

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menyebut pembangunan RS Regional di Gowa merupakan bagian dari strategi pemerataan layanan kesehatan antarkawasan.

 

Menurutnya, kawasan selatan Sulawesi Selatan membutuhkan fasilitas kesehatan yang lebih dekat mengingat kondisi geografis, terutama di wilayah pegunungan, masih menjadi tantangan dalam pelayanan kesehatan darurat.

 

“Kita membangun rumah sakit ini untuk menjawab kebutuhan masyarakat, terutama di wilayah yang aksesnya masih terbatas. Ada persoalan jarak dan transportasi medis dari kawasan pegunungan, sementara angka kematian ibu dan anak masih menjadi perhatian,” ujarnya.

 

Selain mendukung layanan kesehatan masyarakat, rumah sakit tersebut juga diproyeksikan menunjang sektor pariwisata Malino melalui layanan kegawatdaruratan dan fasilitas kesehatan bagi wisatawan.

 

Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada fisik bangunan, tetapi juga kesiapan tenaga kesehatan, peralatan medis, dan sistem pelayanan agar rumah sakit dapat langsung beroperasi secara optimal saat rampung nanti. (*)

 
 
Zatera News