Tanpa Mobil Damkar, Babinsa dan Warga Pallangga Jinakkan Api Pakai Ember dan Ranting

GOWA 03 Sep 2026 08:01 2 min read 35 views By Aril

Share berita ini

Tanpa Mobil Damkar, Babinsa dan Warga Pallangga Jinakkan Api Pakai Ember dan Ranting
Babinsa, Serka Herman Juma bersama personel Polri dan sekitar 10 warga tiba di lokasi, melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya, termasuk ember dan ranting pohon. Persoalannya, tidak ada armada pemadam kebakaran yang dapat digunakan saat itu.

GOWA, ZATERANEWS.COM — Kobaran api mengancam permukiman warga setelah kebakaran melanda lahan perkebunan di area PT Subaco, Lingkungan Biringkaloro, Kelurahan Tetebatu, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Rabu (2/9/2026).

 

Kebakaran yang terjadi di lahan berisi pohon pisang dan semak belukar itu pertama kali diketahui warga sekitar pukul 15.00 WITA. Lokasi titik api berada tepat di samping Perumahan Pesona Indah.

 

Warga yang melihat kobaran api segera melaporkan kejadian tersebut kepada Babinsa setempat, Serka Herman Juma, dan aparat terkait.

 

Sekitar 15 menit kemudian, Serka Herman Juma bersama personel Polri dan sekitar 10 warga tiba di lokasi. Persoalannya, tidak ada armada pemadam kebakaran yang dapat digunakan saat itu.

 

Kondisi tersebut tak membuat mereka menunggu. Babinsa bersama warga langsung melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan seadanya, termasuk ember dan ranting pohon.

 

Upaya itu difokuskan untuk mengisolasi titik api sekaligus mencegah kobaran merambat ke arah perumahan yang berada persis di dekat lahan terbakar.

 

Perjuangan dengan sarana terbatas itu akhirnya membuahkan hasil. Setelah sekitar 55 menit berjibaku, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 16.10 WITA.

 

Kebakaran tersebut menghanguskan sekitar satu hektare lahan. Meski demikian, kobaran api berhasil dikendalikan sebelum menjalar ke kawasan permukiman warga.

 

Peristiwa di Tetebatu memperlihatkan bagaimana kecepatan respons menjadi sangat penting ketika kebakaran terjadi di sekitar permukiman. Tanpa menunggu sarana pemadam tiba, Babinsa bersama warga mengambil langkah darurat untuk membatasi penyebaran api.

 

Kewaspadaan masyarakat juga menjadi faktor penting, terutama ketika titik kebakaran berada di lahan terbuka yang berbatasan langsung dengan permukiman. (*)

Zatera News