Tembus 80 Persen, Jembatan Lambere Siap Akhiri Isolasi Warga Buakkang

GOWA 28 Aug 2026 15:11 2 min read 44 views By Aril

Share berita ini

Tembus 80 Persen, Jembatan Lambere Siap Akhiri Isolasi Warga Buakkang
Pembangunan Jembatan Gantung Lambere di Desa Buakkang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa terus menunjukkan progres menggembirakan. Hingga Jumat (28/8/2026), pengerjaan infrastruktur penghubung vital tersebut telah mencapai 80,56 persen dan diproyeksikan rampung dalam waktu dekat.

GOWA, ZATERANEWS.COM – Pembangunan Jembatan Gantung Lambere di Desa Buakkang, Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa terus menunjukkan progres menggembirakan. Hingga Jumat (28/8/2026), pengerjaan infrastruktur penghubung vital tersebut telah mencapai 80,56 persen dan diproyeksikan rampung dalam waktu dekat.

 

Jembatan yang membentang di atas Sungai Lambere itu menjadi harapan baru bagi masyarakat setempat untuk memperoleh akses yang lebih aman dan cepat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

 

Pengerjaan tahap lanjutan tersebut melibatkan personel gabungan dari Yonzipur, Zibang, Yon TP, Babinsa Kodim 1409/Gowa, serta masyarakat Desa Buakkang yang secara gotong royong bekerja menyelesaikan pembangunan.

 

Komandan Kodim 1409/Gowa, Letkol Inf Gilang Nugraha Kresnadi, mengapresiasi semangat kebersamaan yang ditunjukkan seluruh personel dan warga selama proses pembangunan berlangsung.

 

Menurutnya, Jembatan Lambere bukan hanya sekadar infrastruktur penghubung, tetapi juga simbol kuat kemanunggalan TNI dan rakyat dalam mendorong pembangunan wilayah.

 

“Semangat gotong royong antara prajurit dan masyarakat menjadi kunci percepatan pembangunan ini. Jembatan Gantung Lambere bukan sekadar bangunan fisik, tetapi wujud nyata kemanunggalan TNI dan rakyat yang akan mempermudah mobilitas warga sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat,” ujar Letkol Inf Gilang Nugraha Kresnadi.

 

Kehadiran jembatan tersebut disambut antusias warga Desa Buakkang. Selama ini, aliran Sungai Lambere menjadi salah satu kendala yang membatasi akses masyarakat, terutama untuk kegiatan pendidikan, pertanian, dan aktivitas ekonomi.

 

Dengan progres pembangunan yang telah melampaui 80 persen, masyarakat berharap jembatan segera dapat difungsikan sehingga akses antarwilayah menjadi lebih lancar dan aman.

 

Jika rampung sesuai target, Jembatan Lambere akan menjadi urat nadi baru yang memperkuat konektivitas desa sekaligus membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan Bungaya. (*)

Zatera News