26 Ribu Male Hias Serbu Lapangan Merdeka, Maulid Akbar Bone Gerakkan Ekonomi hingga Akar Desa
BONE, ZATERANEWS.COM — Lapangan Merdeka Watampone bakal dipenuhi lautan male hias pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Pemerintah Kabupaten Bone. Sebanyak 26 ribu male hias dari instansi, desa, hingga berbagai elemen masyarakat disiapkan untuk menyemarakkan Maulid Akbar yang diproyeksikan menjadi salah satu yang terbesar di Kabupaten Bone.
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman turun langsung meninjau persiapan kegiatan yang dipusatkan di Lapangan Merdeka Watampone.
“Ada 26 ribu male hias dari instansi, desa, hingga pegawai yang akan menyemarakkan Maulid Nabi Muhammad SAW di Bone,” ujar Andi Asman.
Besarnya partisipasi masyarakat dinilai menjadi bukti kuatnya tradisi Maulid yang masih hidup di tengah masyarakat Bone. Namun bagi Pemkab Bone, peringatan Maulid bukan sekadar menampilkan kemeriahan simbolik.
Andi Asman menegaskan momentum tersebut harus menjadi pengingat untuk meneladani perjuangan dan akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Kita ingin menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai panutan dan pedoman dalam kehidupan, termasuk dalam membangun pemerintahan yang berbasis agama, berakhlak, mandiri, berkeadilan, dan berkelanjutan,” katanya.
Di balik persiapan puluhan ribu male hias, aktivitas ekonomi masyarakat ikut bergerak. Kebutuhan telur, bunga hias, kertas dekorasi, aksesori, hingga berbagai perlengkapan lainnya mengalami peningkatan permintaan menjelang pelaksanaan Maulid.
Tidak hanya itu, pelaku UMKM juga merasakan dampaknya melalui penyediaan konsumsi dan kebutuhan pendukung kegiatan. Berbagai komoditas seperti beras, ketan, ayam, buah-buahan, hingga makanan ringan ikut terserap dalam jumlah besar.
“Ini secara tidak langsung menggeliatkan ekonomi masyarakat. Telur laku, bunga hias laku, termasuk berbagai kebutuhan yang dipersiapkan masyarakat,” ungkap Andi Asman.
Pemkab Bone juga mengarahkan pelaksanaan Maulid Akbar agar memiliki dampak sosial yang lebih luas. Sejumlah kelompok masyarakat pra sejahtera menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut, mulai dari siswa sekolah rakyat, petugas kebersihan, sopir, cleaning service, asisten rumah tangga hingga pelaku UMKM.
Langkah itu dilakukan agar manfaat Maulid tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi juga menghadirkan nilai sosial dan ekonomi yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.
Dengan keterlibatan puluhan ribu peserta dan ribuan male hias, Maulid Akbar Bone diharapkan menjadi momentum memperkuat syiar Islam, mempererat kebersamaan, menggerakkan ekonomi rakyat, serta menanamkan kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat dan pemerintahan. (*)
Related Articles