BupAAS dan Wabup Bone Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan, Waisak Jadi Momentum Perkuat Persaudaraan di Bone

BONE 28 Jun 2026 18:18 3 min read 99 views By Yusnadi

Share berita ini

BupAAS dan Wabup Bone Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan, Waisak Jadi Momentum Perkuat Persaudaraan di Bone
Perayaan Gema Raya Sannipata Trisuci Waisakha Puja 2570 BE/2026 menjadi momentum memperkuat semangat persaudaraan dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Bone.

WATAMPONE, ZATERANEWS.COM – Perayaan Gema Raya Sannipata Trisuci Waisakha Puja 2570 BE/2026 menjadi momentum memperkuat semangat persaudaraan dan toleransi antarumat beragama di Kabupaten Bone.

 

Hal itu ditegaskan Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman (BupAAS), saat menghadiri pembukaan rangkaian kegiatan bersama Wakil Bupati Bone, H. Andi Akmal Pasluddin, di ruang utama Vihara Dharma Palakka, Jalan Salak, Kota Watampone, Minggu (28/6/2026).

 

Kehadiran pimpinan daerah dalam perayaan keagamaan umat Buddha tersebut menjadi simbol komitmen Pemerintah Kabupaten Bone dalam menjaga harmoni dan kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.

 

Turut hadir Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Selatan, Kepala Kantor Kemenag Bone, Ketua TP PKK Bone, Wakil Ketua TP PKK Bone, sejumlah pimpinan OPD, tokoh agama, serta umat Buddha dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat. Kegiatan ini juga dihadiri tamu dari Jakarta dan Bali.

 

Dalam sambutannya, Bupati Bone menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Waisak kepada umat Buddha sekaligus mengajak seluruh masyarakat menjadikan nilai-nilai cinta kasih, kedamaian, dan kebajikan sebagai fondasi kehidupan bermasyarakat.

 

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bone, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Waisak 2570 BE/2026. Nilai-nilai yang diajarkan setiap agama pada dasarnya mengajarkan kebahagiaan, cinta kasih, dan kebaikan sebagai pedoman hidup,” ujar BupAAS.

 

Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah akan terus hadir mendukung berbagai kegiatan keagamaan sebagai bagian dari upaya memperkuat persatuan dan keharmonisan masyarakat.

 

Menurutnya, pesan damai yang terkandung dalam perayaan Waisak sangat relevan untuk terus ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari guna menjaga suasana kondusif dan penuh toleransi di Kabupaten Bone.

 

“Pesan damai dan cinta kasih hendaknya menjadi dasar dalam menjalani kehidupan sehari-hari agar tercipta kerukunan dan keharmonisan di tengah masyarakat. Kami juga mengapresiasi pembangunan Graha Saloka Sabha yang dapat diselesaikan dalam waktu 90 hari dan diharapkan memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.

 

BupAAS menambahkan, dirinya bersama Wakil Bupati Bone berkomitmen terus mendukung kegiatan yang memperkuat kebersamaan dan kerukunan antarumat beragama.

 

“Saya bersama Bapak Wakil Bupati akan senantiasa mendukung kegiatan-kegiatan yang memperkuat persaudaraan, kebersamaan, dan kerukunan antarumat beragama di daerah ini,” tegasnya.

 

Ketua Panitia Pelaksana, Eveline Caroline Sanger, mengatakan perayaan Waisak tahun ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial keagamaan, tetapi juga menjadi ruang mempererat hubungan antarsesama serta memperkuat komitmen membangun kehidupan yang harmonis.

 

Sementara Ketua PSMTI Kabupaten Bone, Hakim Lewa, menyebut kegiatan tersebut menjadi salah satu perayaan Waisak terbesar yang pernah digelar di Bone karena melibatkan umat Buddha dari berbagai daerah, termasuk Jakarta, Bali, Makassar, Parepare, Bulukumba, serta sejumlah wilayah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan Pujamantra atau doa bersama selama 24 jam tanpa henti yang dimulai sejak Sabtu (27/6/2026). Umat Buddha secara bergantian melantunkan ayat-ayat suci sebagai bentuk penghormatan dan ungkapan syukur menjelang penggunaan Graha Saloka Sabha.

 

Melalui perayaan tersebut, Vihara Dharma Palakka tidak hanya menjadi pusat kegiatan spiritual umat Buddha, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan yang memperkuat toleransi, persaudaraan, dan semangat hidup berdampingan dalam keberagaman yang selama ini menjadi kekuatan masyarakat Bone. (*)

Zatera News