Bupati Bone Tantang Purna Jamnas dan Paskibraka: Jangan Hebat Hanya Saat Upacara

BONE 01 Sep 2026 18:49 3 min read 70 views By Yusnadi

Share berita ini

Bupati Bone Tantang Purna Jamnas dan Paskibraka: Jangan Hebat Hanya Saat Upacara
Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman berpesan kepada para Purna Jambore Nasional (Jamnas) dan Purna Paskibraka Bone, pengalaman yang diperoleh selama proses seleksi, pembinaan hingga menjalankan tugas tidak berhenti sebagai seremoni atau sekadar catatan prestasi.

BONE, ZATERANEWS.COM — Seragam boleh dilepas, tugas boleh selesai, tetapi pembentukan karakter tidak boleh berhenti. Pesan itu disampaikan Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, kepada para Purna Jambore Nasional (Jamnas) dan Purna Paskibraka Bone.

 

Andi Asman meminta pengalaman yang diperoleh selama proses seleksi, pembinaan hingga menjalankan tugas tidak berhenti sebagai seremoni atau sekadar catatan prestasi.

 

“Jangan jadikan sebagai seremonial saja. Kalian menjadi Pramuka yang hebat, Paskibraka yang hebat, hebat sepanjang masa,” tegas Andi Asman saat menghadiri ramah tamah Purna Jamnas dan Purna Paskibraka Kabupaten Bone Tahun 2026 di kawasan wisata Tanjung Bira, Kabupaten Bulukumba, Sabtu malam (29/8/2026).

 

Menurutnya, para peserta merupakan generasi terpilih yang telah melalui proses panjang. Mereka harus membawa disiplin, kejujuran, kepercayaan diri dan kemandirian yang diperoleh selama pembinaan ke kehidupan sehari-hari.

 

“Kalian ini menjadi Purna Paskibraka, menjadi Purna Jamnas, menjadi manusia pilihan perwakilan dari seluruh wilayah kecamatan yang ada di Kabupaten Bone. Itu tidak mudah,” katanya.

 

Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan yang digelar sebagai bentuk apresiasi Pemkab Bone kepada para generasi muda yang telah membawa nama daerah di tingkat nasional.

 

Peserta Jamnas Bone sebelumnya mengikuti kegiatan di Perkemahan Cibubur, Jakarta, pada 13–20 Agustus 2026. Salah satunya Andi Asram Sulaiman, siswa MTsN 1 Bone, yang dipercaya menjadi Pimpinan Regu kontingen Kabupaten Bone.

 

Sementara dari jalur Paskibraka, sejumlah putra-putri Bone berhasil menembus seleksi hingga tingkat provinsi dan nasional. Salah seorang putri Bone bahkan terpilih menjadi Purna Paskibraka Nasional dan mendapat kesempatan menjalankan tugas pengibaran Sang Merah Putih di Istana Negara.

 

“Ini sangat spesial. Kita mendapatkan satu putri yang berkedudukan sebagai Purna Paskibraka Nasional, salah satu putri terpilih untuk mengibarkan Sang Merah Putih di Istana Negara,” ujar Andi Asman.

 

Bagi Bupati, capaian tersebut bukan sekadar kebanggaan sesaat. Prestasi itu harus menjadi titik awal untuk menempuh perjalanan yang lebih panjang.

 

Ia optimistis sekitar 80 generasi muda yang terlibat dalam rangkaian Jamnas dan Paskibraka tersebut dapat tumbuh menjadi generasi yang berprestasi di berbagai bidang.

 

Bahkan, Andi Asman meyakini dari generasi tersebut dapat lahir pemimpin masa depan, baik di pemerintahan, dunia usaha, pendidikan, legislatif maupun bidang lainnya.

 

“Tidak ada yang tidak bisa. Berdoa dan bekerja keras,” pesannya.

 

Ia meminta para peserta tidak berhenti belajar dan terus mengejar cita-cita sesuai bidang masing-masing, termasuk pendidikan, dunia usaha, kemiliteran, kepolisian maupun pemerintahan.

 

“Kalau di sana bisa, di sini juga bisa,” ujarnya menyemangati para peserta.

 

Sebagai Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Bone, Andi Asman juga memberikan apresiasi kepada pembina, pelatih, tenaga pendidik dan orang tua yang telah mendukung para peserta hingga mampu membawa nama Bone ke tingkat nasional.

 

Pemkab Bone, kata dia, juga menyiapkan bentuk apresiasi bagi peserta yang berhasil menembus tingkat provinsi maupun nasional.

 

Ramah tamah di Tanjung Bira itu sekaligus menjadi penegasan bahwa keberhasilan mengikuti Jamnas dan Paskibraka tidak seharusnya berakhir ketika kegiatan selesai.

 

Bagi Andi Asman, pengalaman tersebut harus berubah menjadi karakter, prestasi dan kontribusi nyata bagi daerah.

 

“Yang terpenting, semua manusia sama,” tegasnya.

 

Dari lapangan upacara dan perkemahan, para generasi muda itu kini kembali ke kehidupan masing-masing. Tantangannya bukan lagi sekadar tampil terbaik di hadapan pembina atau menjalankan tugas upacara, tetapi membuktikan bahwa disiplin, keberanian dan kemandirian yang mereka dapatkan benar-benar menjadi bekal untuk masa depan. (*)

Zatera News