Dari Bali untuk Bone: Andi Asman Berburu Model Peternakan Modern, Siapkan Hilirisasi untuk Peternak

BONE 22 Aug 2026 21:44 3 min read 49 views By Yusnadi

Share berita ini

Dari Bali untuk Bone: Andi Asman Berburu Model Peternakan Modern, Siapkan Hilirisasi untuk Peternak
Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman selama tiga hari di Bali, 21–23 Agustus 2026, mempelajari model pengelolaan peternakan modern sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan BUMN guna mendorong kemajuan sektor peternakan di Kabupaten Bone.

BALI, ZATERANEWS.COM – Bupati Bone H. Andi Asman Sulaiman tak ingin kunjungan kerja hanya berakhir sebagai agenda seremonial. Selama tiga hari di Bali, 21–23 Agustus 2026, ia turun langsung mempelajari model pengelolaan peternakan modern sekaligus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dan BUMN guna mendorong kemajuan sektor peternakan di Kabupaten Bone.

 

Didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Bone Hj. Maryam Andi Asman, sejumlah pimpinan OPD, jajaran Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), PT Berdikari (Persero), serta awak media, Bupati Bone mengikuti rangkaian kunjungan lapangan dan diskusi strategis di sejumlah lokasi peternakan di Bali.

 

Salah satu fokus utama kunjungan tersebut adalah penguatan Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT), program yang melibatkan pemerintah daerah, pemerintah pusat, BUMN, hingga kelompok peternak.

 

Setibanya di Bali, rombongan langsung bergerak menuju Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BPTU-HPT) Denpasar di Pulukan. Di lokasi itu, Bupati Bone meninjau padang penggembalaan, sistem pembibitan, hingga pengelolaan sumber daya peternakan yang selama ini menjadi salah satu model pengembangan peternakan nasional.

 

Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan diskusi teknis bersama jajaran BPTU-HPT terkait strategi pengembangan peternakan berkelanjutan, penguatan kelembagaan peternak, serta peluang implementasinya di Kabupaten Bone.

 

Agenda hari pertama ditutup dengan sosialisasi Program HAT bersama Ditjen PKH dan PT Berdikari sebagai bagian dari konsolidasi dan penyamaan persepsi dalam pengembangan sektor peternakan terintegrasi.

 

Belajar dari Bangli

 

Memasuki hari kedua, Sabtu (22/8), rombongan melanjutkan kunjungan ke Kabupaten Bangli. Salah satu titik yang dikunjungi adalah Kelompok Ternak Koperasi Eka Shanti, yang dinilai berhasil mengembangkan sistem usaha peternakan berbasis kelompok.

 

Di lokasi tersebut, Bupati Bone mengikuti diskusi bersama Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Direktur Hilirisasi PKH, serta jajaran PT Berdikari (Persero).

 

Pertemuan itu membahas berbagai strategi penguatan peternakan, mulai dari hilirisasi produk, penguatan kelembagaan peternak, hingga peluang kerja sama yang dapat diterapkan di daerah.

 

Bupati Bone menegaskan bahwa setiap kunjungan kerja harus menghasilkan manfaat nyata dan dapat diterjemahkan menjadi program yang berdampak langsung bagi masyarakat.

 

“Kita datang ke Bali bukan hanya untuk melihat, tetapi untuk belajar dan membangun kerja sama. Apa yang kita lihat dan diskusikan harus bisa menjadi bahan untuk mengembangkan sektor peternakan di Bone,” ujar Andi Asman Sulaiman.

 

Menurutnya, Bone memiliki potensi besar sebagai salah satu daerah pengembangan peternakan di Sulawesi Selatan. Karena itu, diperlukan dukungan teknologi, penguatan kelembagaan, serta kolaborasi yang kuat dengan pemerintah pusat dan dunia usaha.

 

“Bone memiliki potensi besar di sektor peternakan. Tugas kita adalah bagaimana potensi itu dikelola dengan baik, peternak mendapatkan manfaat, produksi meningkat, dan pada akhirnya mampu memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat,” katanya.

 

Bukan Sekadar Kunjungan

 

Andi Asman berharap komunikasi yang terbangun bersama Ditjen PKH dan PT Berdikari dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas, terutama dalam mendukung program peternakan yang terintegrasi dan berorientasi pada kesejahteraan peternak.

 

“Kita ingin program yang dibangun benar-benar menyentuh masyarakat. Peternak harus menjadi bagian utama dari pembangunan. Karena itu, sinergi dan kolaborasi akan terus kita perkuat demi menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Bone,” tegasnya.

 

Rangkaian kunjungan ditutup dengan evaluasi dan penyusunan tindak lanjut atas berbagai hasil diskusi dan peninjauan lapangan yang dilakukan selama di Bali.

 

Bagi Pemerintah Kabupaten Bone, kunjungan tersebut bukan sekadar perjalanan dinas, melainkan langkah strategis membangun konektivitas, memperluas jejaring kerja sama, serta membawa pulang pengalaman dan gagasan baru untuk mempercepat pengembangan sektor peternakan daerah.

 

Dari Bali, Bone tidak hanya membawa catatan hasil kunjungan, tetapi juga peluang kolaborasi yang diharapkan dapat diterjemahkan menjadi program konkret bagi kemajuan peternak dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Zatera News