Jembatan Merah Putih Resmi Menghubungkan Warga Awangpone, 70 KK Kini Nikmati Akses Lebih Mudah

BONE 13 Aug 2026 17:06 3 min read 63 views By Yusnadi

Share berita ini

Jembatan Merah Putih Resmi Menghubungkan Warga Awangpone, 70 KK Kini Nikmati Akses Lebih Mudah
Jembatan sepanjang sekitar 50 meter itu diresmikan oleh Wakapolda Sulawesi Selatan Brigjen Pol. Gidion Arif Setyawan didampingi Wakil Bupati Bone H. Andi Akmal Pasluddin, sebagai bagian dari peresmian serentak Jembatan Merah Putih di berbagai wilayah Indonesia

BONE, ZATERANEWS.COM — Penantian warga Dusun Bulu Botoe, Desa Kading, Kecamatan Awangpone, akhirnya terjawab. Jembatan Merah Putih TNI-Polri yang menjadi akses penghubung utama masyarakat resmi dioperasikan, Kamis (13/8/2026).

 

Jembatan sepanjang sekitar 50 meter itu diresmikan oleh Wakapolda Sulawesi Selatan Brigjen Pol. Gidion Arif Setyawan didampingi Wakil Bupati Bone H. Andi Akmal Pasluddin, sebagai bagian dari peresmian serentak Jembatan Merah Putih di berbagai wilayah Indonesia yang dipusatkan di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten dan diikuti secara virtual oleh Presiden RI Prabowo Subianto.

 

Bagi sekitar 70 kepala keluarga di Dusun Bulu Botoe, jembatan tersebut bukan sekadar bangunan fisik. Infrastruktur itu menjadi urat nadi yang mempermudah mobilitas warga, memperlancar aktivitas ekonomi, hingga memudahkan akses menuju layanan pendidikan dan kesehatan.

 

Kapolres Bone AKBP Astoto Budi Rahmantyo mengatakan pembangunan jembatan merupakan hasil kolaborasi antara aparat dan masyarakat yang lahir dari kebutuhan nyata di lapangan.

 

Pembangunannya berlangsung selama kurang lebih 15 hari dengan melibatkan sekitar 25 personel Brimob Yon C Pelopor Tenribetta bersama warga setempat.

 

“Jembatan ini merupakan hasil prakarsa dan kerja bersama. Kami berharap dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi salah satu solusi terhadap kebutuhan akses di wilayah ini,” ujarnya.

 

Menurut Astoto, semangat gotong royong yang terbangun selama proses pembangunan menjadi contoh bahwa kolaborasi antara aparat dan masyarakat mampu menghadirkan solusi konkret bagi kebutuhan warga.

 

Wakil Bupati Bone, Andi Akmal Pasluddin, menyebut kehadiran jembatan tersebut memiliki arti penting dalam mendukung konektivitas antarwilayah dan memperlancar aktivitas masyarakat sehari-hari.

 

“Yang paling penting adalah kita sama-sama bersinergi untuk membangun. Jembatan ini sangat penting bagi kami untuk menghubungkan wilayah dan memperlancar konektivitas antarmasyarakat,” kata Andi Akmal.

 

Ia juga mengapresiasi sinergi yang terjalin antara Polres Bone, Brimob, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.

 

Menurutnya, pembangunan infrastruktur dan pertumbuhan ekonomi tidak bisa dipisahkan dari kondisi keamanan dan ketertiban yang terjaga.

 

Andi Akmal menyebut pertumbuhan ekonomi Kabupaten Bone yang mencapai sekitar 7,8 persen merupakan hasil kerja bersama berbagai pihak dalam menciptakan stabilitas dan suasana yang kondusif bagi pembangunan.

 

Sementara itu, Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Gidion Arif Setyawan menegaskan bahwa Jembatan Merah Putih memiliki makna lebih dari sekadar konstruksi fisik.

 

Baginya, jembatan tersebut adalah penghubung kehidupan masyarakat yang membuka akses terhadap berbagai kebutuhan dasar, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan hingga interaksi sosial.

 

“Keamanan bukan hanya tentang menjaga agar tidak terjadi gangguan kamtibmas, tetapi juga tentang menciptakan rasa aman, memberikan kemudahan dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

 

Secara nasional, program Jembatan Merah Putih mencakup pembangunan dan revitalisasi 895 jembatan di 30 Polda dengan total panjang mencapai 19,2 kilometer. Infrastruktur tersebut menghubungkan 1.314 desa dan diperkirakan memberi manfaat bagi sekitar 2 juta masyarakat.

 

Program nasional tersebut juga dirangkaikan dengan penyerahan 300 unit sarana air bersih dari TNI untuk masyarakat.

 

Di Bone, peresmian turut dihadiri unsur Forkopimda, Dansat Brimob Polda Sulsel, Kabid TIK Polda Sulsel, Danyon C Brimob Tenribetta, perwakilan BNNK Bone, jajaran Polres Bone, Forkopimcam Awangpone, Kepala Desa Kading, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, dan sejumlah tamu undangan.

 

Hadirnya Jembatan Merah Putih di Desa Kading menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, TNI-Polri, dan masyarakat mampu menghadirkan pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan warga. Bagi masyarakat Awangpone, jembatan ini bukan hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga membuka lebih banyak peluang untuk berkembang dan maju bersama. (*)

 
 
Zatera News