Maulid Nabi di Bone, AAP: Penimbun BBM dan LPG Bersubsidi Bukan Akhlak Rasulullah

BONE 03 Sep 2026 13:53 2 min read 31 views By Yusnadi

Share berita ini

Maulid Nabi di Bone, AAP: Penimbun BBM dan LPG Bersubsidi Bukan Akhlak Rasulullah
Wakil Bupati Bone H. Andi Akmal Pasluddin (AAP) menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Muhajirin, Terminal Petta PonggawaE, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Selasa (1/9/2026).

BONE, ZATERANEWS.COM — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Kabupaten Bone tidak hanya menjadi ajang mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi juga momentum mengingatkan masyarakat tentang pentingnya akhlak dalam kehidupan sosial, termasuk dalam pengelolaan hak-hak masyarakat.

 

Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Bone H. Andi Akmal Pasluddin (AAP) saat menghadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Al-Muhajirin, Terminal Petta PonggawaE, Kecamatan Tanete Riattang Barat, Selasa (1/9/2026).

 

Di hadapan jamaah, AAP menegaskan bahwa kecintaan kepada Rasulullah tidak cukup diwujudkan melalui perayaan seremonial. Keteladanan Nabi harus hadir dalam perilaku sehari-hari, termasuk menjauhi praktik yang merugikan masyarakat.

 

Salah satu yang disorot AAP adalah penyalahgunaan BBM dan LPG bersubsidi yang selama ini menjadi perhatian pemerintah daerah.

 

“Kalau ada yang mengambil hak orang lain dengan menimbun, melangsir atau menjual BBM dan LPG bersubsidi kepada industri, itu bukan akhlak yang baik. Dari sisi hukum melanggar, dan dari sisi agama itu adalah perbuatan zalim karena mengambil hak masyarakat,” tegasnya.

 

Menurut AAP, pengawasan distribusi subsidi yang diperketat pemerintah daerah mulai menunjukkan hasil. Antrean BBM dan LPG di sejumlah titik disebut mulai berkurang dibanding sebelumnya.

 

Selain itu, AAP yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Bone mengajak masyarakat membangun kecintaan terhadap masjid. Ia menilai masjid tidak boleh hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat pendidikan, pembinaan umat, kegiatan sosial, dan pembangunan peradaban.

 

“Rasulullah SAW ketika hijrah ke Madinah, salah satu yang pertama dibangun adalah masjid. Dari masjid itulah lahir kekuatan umat dan pembangunan peradaban Islam,” ujarnya.

 

AAP berharap masjid-masjid di Bone semakin aktif membina generasi muda dan menjadi ruang penguatan nilai-nilai keagamaan serta sosial kemasyarakatan.

 

Sementara itu, Ketua Panitia, Dr. H. Rustan, SH., MH., mengingatkan pentingnya menempatkan akhlak sebagai fondasi kehidupan. Menurutnya, kemajuan ilmu pengetahuan harus berjalan seiring dengan pembentukan karakter dan moral.

 

Ia juga mengajak masyarakat mempertahankan nilai-nilai budaya Bugis seperti sipakatau, sipakalebbi, dan sipakainge yang selaras dengan ajaran Rasulullah SAW tentang saling menghormati, memuliakan, dan mengingatkan dalam kebaikan.

 

Menutup sambutannya, AAP mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan memperkuat sinergi dalam membangun Kabupaten Bone.

 

“Maulid harus melahirkan akhlak, memperkuat persaudaraan, dan menghadirkan kepedulian sosial. Itulah cara terbaik meneladani Rasulullah sekaligus membangun Bone yang lebih maju dan berkah,” pungkasnya.

Zatera News