Sekolah Rakyat Bone Dimulai, Bupati Tantang Anak-anak Berani Bermimpi Besar

PENDIDIKAN 01 Aug 2026 22:41 3 min read 74 views By Yusnadi

Share berita ini

Sekolah Rakyat Bone Dimulai, Bupati Tantang Anak-anak Berani Bermimpi Besar
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, bersama Wakil Bupati Bone, H. Andi Akmal Pasluddin. Membuka MPLS, Jumat (31/7/2026), Pemerintah Kabupaten Bone secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah

BONE, ZATERANEWS.COM — Di balik seragam baru yang dikenakan puluhan siswa di Kelurahan Bajoe, tersimpan harapan besar tentang masa depan yang lebih baik. Mereka adalah generasi pertama yang memulai perjalanan pendidikan melalui Program Sekolah Rakyat di Kabupaten Bone.

 

Jumat (31/7/2026), Pemerintah Kabupaten Bone secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat Terintegrasi I Bone.

 

Namun lebih dari sekadar dimulainya tahun ajaran baru, momen tersebut menjadi simbol hadirnya akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu yang selama ini rentan tertinggal dalam memperoleh kesempatan belajar.

 

Pembukaan MPLS dilakukan langsung oleh Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, bersama Wakil Bupati Bone, H. Andi Akmal Pasluddin.

 

Mengusung tema "Cerdas Bersama, Tumbuh Setara", program ini dirancang untuk memastikan bahwa kondisi ekonomi keluarga tidak lagi menjadi penghalang bagi anak-anak dalam meraih pendidikan yang layak.

 

Ketua Tim Transisi Sekolah Rakyat Kabupaten Bone, H. A. Muh. Yamin AT, mengatakan masa pengenalan lingkungan sekolah menjadi fondasi awal dalam membangun karakter, kedisiplinan, dan kepercayaan diri peserta didik.

 

“Ini adalah pintu pertama bagi anak-anak untuk mengenal lingkungan belajar yang baru, membangun rasa percaya diri, menanamkan disiplin, serta menumbuhkan semangat bahwa mereka memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

 

Pemerintah pusat juga menaruh perhatian besar terhadap program tersebut. Perwakilan Kementerian Sosial RI, Hasatamahikma, menilai kesiapan Bone menunjukkan bahwa keberhasilan Sekolah Rakyat sangat ditentukan oleh sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.

 

Menurutnya, fase awal pendidikan menjadi masa penting untuk memastikan anak-anak merasa aman, nyaman, dan percaya diri dalam menjalani proses belajar.

 

Sementara itu, Bupati Bone menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar pembangunan fasilitas pendidikan, tetapi bagian dari upaya menghadirkan keadilan sosial melalui akses pendidikan yang setara.

 

"Kami ingin setiap anak Bone memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih cita-citanya. Tidak boleh ada anak yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi," tegas Andi Asman.

 

Baginya, pendidikan merupakan salah satu instrumen paling efektif untuk memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Karena itu, pemerintah daerah berkomitmen memastikan anak-anak yang berasal dari keluarga prasejahtera tetap memiliki peluang yang sama untuk sukses.

 

Di hadapan para siswa, Bupati juga mengajak mereka berani memiliki cita-cita besar dan tidak membatasi mimpi hanya karena kondisi hidup yang dihadapi saat ini.

 

Pesan tersebut menjadi inti dari kehadiran Sekolah Rakyat: memberikan ruang bagi anak-anak untuk percaya bahwa masa depan dapat diubah melalui pendidikan.

 

Dengan dimulainya Program Sekolah Rakyat di Bone, harapan baru pun mulai tumbuh. Bukan hanya bagi para siswa yang kini duduk di bangku sekolah, tetapi juga bagi keluarga mereka yang melihat pendidikan sebagai jalan untuk keluar dari lingkaran kemiskinan dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Zatera News