UNM Masuk Pilot Project Nasional, Siap Jadi Laboratorium Pembelajaran Masa Depan
MAKASSAR, ZATERANEWS.COM — Universitas Negeri Makassar (UNM) mendapat mandat strategis dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) sebagai salah satu perguruan tinggi yang terpilih dalam pilot project nasional pengembangan pembelajaran transformatif.
Penunjukan ini menempatkan UNM bukan hanya sebagai pelaksana program, tetapi juga sebagai salah satu kampus yang akan menjadi rujukan dalam menguji dan mengembangkan model pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif, dan sesuai dengan kebutuhan zaman.
Di tengah tuntutan dunia kerja yang terus berubah, perguruan tinggi dituntut tidak lagi sekadar menghasilkan lulusan dengan kemampuan akademik, tetapi juga memiliki keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan mampu memecahkan persoalan nyata di masyarakat.
Guru Besar UNM, Prof. Andi Aslinda, menilai kepercayaan yang diberikan pemerintah pusat merupakan peluang besar untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi sekaligus meningkatkan kapasitas dosen sebagai motor utama transformasi pembelajaran.
“Kepercayaan yang diberikan Kemendiktisaintek merupakan peluang besar bagi UNM untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai perguruan tinggi yang mampu menjadi contoh dalam pengembangan pembelajaran transformatif,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan program tersebut tidak cukup diukur dari pelaksanaan kegiatan semata, tetapi harus mampu menghadirkan perubahan nyata dalam kualitas pembelajaran dan kompetensi lulusan.
Karena itu, berbagai inovasi yang lahir dari program ini perlu diintegrasikan secara berkelanjutan ke dalam sistem akademik kampus agar menjadi budaya baru dalam proses belajar mengajar.
“Program ini harus dijalankan secara konsisten sehingga mampu meningkatkan kompetensi dosen, memperkuat kualitas pembelajaran, dan menghasilkan lulusan yang siap menghadapi dinamika dunia kerja maupun kebutuhan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UNM, Prof. Farida Patittingi, menyebut penunjukan tersebut sebagai amanah sekaligus tantangan bagi seluruh sivitas akademika untuk terus berinovasi.
Menurutnya, transformasi pendidikan tinggi hanya dapat berhasil jika didukung kolaborasi yang kuat antara dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan berbagai mitra strategis.
“Kepercayaan ini menjadi motivasi bagi seluruh sivitas akademika UNM untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran, memperkuat kolaborasi lintas disiplin, serta menghadirkan berbagai inovasi yang memberikan dampak nyata bagi dunia pendidikan maupun masyarakat,” ungkapnya.
Program pembelajaran transformatif yang digagas Kemendiktisaintek merupakan bagian dari strategi nasional dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi Indonesia agar lebih relevan dengan perkembangan teknologi, kebutuhan industri, dan tantangan global.
Melalui pendekatan pembelajaran yang lebih kolaboratif dan berbasis pemecahan masalah, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menjadi inovator, pencipta solusi, dan agen perubahan di tengah masyarakat.
Masuknya UNM dalam pilot project nasional ini sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di kawasan timur Indonesia. Ke depan, publik menaruh harapan agar kampus ini mampu menjadi pusat rujukan nasional dalam penerapan pembelajaran transformatif dan melahirkan sumber daya manusia yang siap bersaing di tingkat global. (*)
Related Articles