Wabup Bone AAP: Jangan Cuma Baca Al-Qur’an, Nilainya Harus Terlihat dalam Pelayanan ASN

BONE 02 Sep 2026 10:52 3 min read 58 views By Yusnadi

Share berita ini

Wabup Bone AAP: Jangan Cuma Baca Al-Qur’an, Nilainya Harus Terlihat dalam Pelayanan ASN
Wakil Bupati Bone, H. Andi Akmal Pasluddin, menghadiri penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Tingkat Nasional 2026 di Taman Musafir, Alun-Alun Citra Mas, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sabtu (29/8/2026).

PANGKEP, ZATERANEWS.COM — Al-Qur’an tidak cukup hanya dibaca dan dihafalkan oleh aparatur sipil negara (ASN). Nilai yang terkandung di dalamnya harus tercermin dalam kejujuran, integritas, tanggung jawab, dan cara memberikan pelayanan kepada masyarakat.

 

Pesan itu disampaikan Wakil Bupati Bone, H. Andi Akmal Pasluddin, usai menghadiri penutupan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) VIII Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) Tingkat Nasional 2026 di Taman Musafir, Alun-Alun Citra Mas, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sabtu (29/8/2026).

 

Menurut Andi Akmal, semangat MTQ Korpri seharusnya tidak berhenti ketika kompetisi berakhir. Nilai-nilai Al-Qur’an justru harus dibawa kembali oleh para ASN ke tempat kerja dan diwujudkan dalam pelaksanaan tugas pemerintahan.

 

“ASN jangan hanya pandai membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi harus mampu menghidupkan nilai-nilainya dalam pekerjaan. Integritas, kejujuran, tanggung jawab, dan pelayanan terbaik kepada masyarakat harus menjadi bukti nyata,” kata Andi Akmal.

 

Mantan Anggota Komisi IV DPR RI itu menilai, ukuran keberhasilan MTQ Korpri bukan semata-mata siapa yang menjadi juara. Hal yang lebih penting adalah sejauh mana nilai yang dibangun melalui kegiatan tersebut mampu membentuk karakter aparatur dalam menjalankan pengabdian.

 

Pesan serupa disampaikan Menteri Agama RI Nasaruddin Umar dalam sambutannya. Ia mengingatkan bahwa berakhirnya MTQ tidak berarti berakhir pula semangat mengamalkan Al-Qur’an.

 

Menurut Nasaruddin, kemampuan membaca dan menghafal merupakan bagian dari proses. Tahapan yang lebih penting adalah ketika nilai Al-Qur’an tercermin dalam perilaku sehari-hari atau living Quran.

 

Ia meminta ASN hadir sebagai bagian dari solusi atas persoalan masyarakat.

 

“Jadilah sebagai penjernih, bukan pengeruh, jadilah penghubung, bukan pemisah, jadilah moderator, bukan provokator, jadilah problem solver, bukan problemator,” ujar Nasaruddin.

 

Nasaruddin juga menekankan pentingnya pelayanan publik yang mudah, cepat, dan tidak mempersulit masyarakat. ASN dituntut mampu membaca berbagai persoalan yang berkembang dan menghadirkan solusi yang nyata.

 

MTQ VIII Korpri Nasional 2026 berlangsung selama enam hari, 24–29 Agustus 2026, dengan peserta sebanyak 1.157 ASN dari 38 provinsi serta kementerian dan lembaga.

 

Dalam ajang tersebut, Sumatera Barat keluar sebagai Juara Umum berdasarkan keputusan Dewan Hakim. Prestasi itu menjadi hattrick bagi Sumatera Barat setelah kembali meraih posisi teratas secara berturut-turut. Sementara tuan rumah Sulawesi Selatan menempati posisi Juara Umum II.

 

Bagi Andi Akmal, capaian kompetisi hanyalah salah satu bagian dari perjalanan MTQ Korpri. Tantangan sebenarnya adalah membawa semangat tersebut ke dalam birokrasi masing-masing.

 

“Yang paling penting bukan hanya prestasi saat MTQ, tetapi bagaimana nilai Al-Qur’an benar-benar hidup dalam birokrasi. ASN harus menjadi pelayan masyarakat yang jujur, berintegritas, dan mampu memberikan solusi,” tegasnya.

 

Dengan demikian, penutupan MTQ Korpri bukan sekadar menandai berakhirnya kompetisi. Ada pekerjaan yang lebih panjang setelah panggung ditutup: memastikan nilai Al-Qur’an hadir dalam perilaku aparatur dan dirasakan masyarakat melalui pelayanan publik yang lebih baik.

Zatera News