Wabup Bone Tantang Mahasiswa Tinggalkan Pola Pikir Pencari Kerja, Jadi Bos di Sektor Pertanian

BONE 28 Jun 2026 17:56 3 min read 123 views By Yusnadi

Share berita ini

Wabup Bone Tantang Mahasiswa Tinggalkan Pola Pikir Pencari Kerja, Jadi Bos di Sektor Pertanian
Menurut mantan Anggota Komisi IV DPR RI tersebut, perkembangan teknologi dan inovasi telah membuka peluang baru bagi generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian dengan cara yang lebih modern, efisien, dan menguntungkan.

BONE, ZATERANEWS.COM – Wakil Bupati Bone, H. Andi Akmal Pasluddin, menantang mahasiswa untuk tidak hanya bercita-cita menjadi pencari kerja setelah lulus kuliah, tetapi berani menjadi pengusaha muda yang mampu menciptakan lapangan kerja melalui sektor pertanian modern.

 

Ajakan tersebut disampaikan saat menjadi narasumber pada Agropreneur Summit 2026 bertema “From Dormitory To CEO: Mengubah Keterbatasan Menjadi Peluang, Menumbuhkan Generasi Agripreneur Muda yang Siap Berkarya dan Berwirausaha” di Aula Kampus II Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa, Sabtu (27/6/2026).

 

Kegiatan yang diinisiasi Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) Polbangtan Gowa itu dihadiri pimpinan kampus, pengurus HIPMI, pengusaha muda, serta sekitar 350 mahasiswa dan sivitas akademika.

 

Dalam sesi talkshow bertajuk “Agropreneur Muda: Menjawab Tantangan Pertanian Masa Depan”, Andi Akmal menegaskan bahwa pertanian masih menjadi sektor yang memiliki prospek besar karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pangan masyarakat.

 

Menurut mantan Anggota Komisi IV DPR RI tersebut, perkembangan teknologi dan inovasi telah membuka peluang baru bagi generasi muda untuk terjun ke dunia pertanian dengan cara yang lebih modern, efisien, dan menguntungkan.

 

"Pertanian bukan lagi sektor tradisional seperti yang selama ini dibayangkan. Saat ini ada smart farming, agribisnis digital, hortikultura bernilai tinggi hingga industri pengolahan hasil pertanian yang menawarkan peluang usaha menjanjikan," ujarnya.

 

Meski demikian, ia mengakui sektor pertanian masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari rendahnya minat generasi muda menjadi petani, keterbatasan akses lahan dan modal, hingga dampak perubahan iklim yang memengaruhi produktivitas.

 

Karena itu, mahasiswa didorong mengambil peran sebagai pelaku usaha pertanian masa depan dengan memanfaatkan teknologi, membangun jejaring kolaborasi, serta mengembangkan inovasi yang mampu meningkatkan nilai tambah produk pertanian.

 

"Jangan hanya berpikir mencari pekerjaan setelah lulus. Mulailah mempersiapkan diri menjadi pencipta lapangan kerja sejak masih berada di bangku kuliah," pesan Wakil Bupati Bone.

 

Sementara itu, Plt Direktur Polbangtan Gowa, Sartika Juwita, mengatakan tantangan pembangunan pertanian saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga jiwa kepemimpinan, inovasi, dan kewirausahaan.

 

Ketua Panitia, Andi Dzulfikar, menjelaskan bahwa Agropreneur Summit 2026 bertujuan meningkatkan wawasan dan semangat kewirausahaan mahasiswa agar mampu membangun usaha berbasis pertanian yang mandiri dan berdaya saing.

 

Selain menghadirkan Wakil Bupati Bone, kegiatan tersebut juga menghadirkan Dewan Pembina BPV HIPMI Kabupaten Bone, H. Zulfikar Juniardo, S.Kom., M.M., yang membagikan pengalaman membangun usaha melalui materi “The Entrepreneur Journey: Dari Mahasiswa, Menjadi Pengusaha, Menginspirasi Banyak Orang”.

 

Melalui kegiatan ini, diharapkan lahir generasi agripreneur muda yang mampu menjadi motor penggerak kemajuan sektor pertanian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah di masa mendatang. (*)

 
Zatera News