Warisan SiLPA Rp230 Miliar Jadi Sorotan, Wabup Gowa Janji Tata Anggaran Lebih Efektif

PARLEMEN 22 Jul 2026 18:23 2 min read 99 views By Aril

Share berita ini

Warisan SiLPA Rp230 Miliar Jadi Sorotan, Wabup Gowa Janji Tata Anggaran Lebih Efektif
Menurut Darmawangsyah, angka SilPa antara lain berasal dari sisa dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan nonfisik, serta sejumlah anggaran program dan kegiatan yang belum terselesaikan pada tahun anggaran 2025.

GOWA, ZATERANEWS.COM – Besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) Pemerintah Kabupaten Gowa Tahun Anggaran 2025 yang mencapai Rp230,22 miliar menjadi salah satu sorotan dalam Rapat Paripurna DPRD Gowa dengan agenda penyerahan Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD 2025, Rabu (22/7/2026).

 

Ranperda tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, mewakili Pemerintah Kabupaten Gowa di hadapan rapat paripurna yang dipimpin Ketua DPRD Gowa Fahmi Adam.

 

Dalam pemaparannya, Darmawangsyah mengungkapkan realisasi pendapatan daerah beserta penerimaan pembiayaan tahun 2025 mencapai Rp2,357 triliun atau 101,05 persen dari target sebesar Rp2,333 triliun.

 

Capaian tersebut ditopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp423,77 miliar atau 95,63 persen dari target, pendapatan transfer Rp1,760 triliun atau 101,93 persen, lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp53,76 miliar atau 124,52 persen, serta penerimaan pembiayaan sebesar Rp119,96 miliar atau terealisasi 100 persen.

 

Sementara itu, realisasi belanja daerah, termasuk belanja transfer dan pengeluaran pembiayaan, tercatat sebesar Rp2,127 triliun atau 91,18 persen dari total anggaran yang tersedia.

 

Belanja tersebut terdiri atas belanja operasi, belanja modal dan belanja tidak terduga sebesar Rp1,822 triliun atau 90,44 persen, belanja transfer Rp255,74 miliar atau 97,28 persen, serta pengeluaran pembiayaan Rp49,10 miliar atau 89,28 persen.

 

Selisih antara realisasi pendapatan dan belanja itu kemudian menghasilkan SiLPA sebesar Rp230,22 miliar.

 

Menurut Darmawangsyah, angka tersebut antara lain berasal dari sisa dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik dan nonfisik, serta sejumlah anggaran program dan kegiatan yang belum terselesaikan pada tahun anggaran 2025.

 

Besarnya SiLPA tersebut menjadi perhatian karena menunjukkan masih adanya anggaran yang belum terserap secara optimal pada tahun sebelumnya. Terlebih, sebagian dana yang tersisa berasal dari sektor strategis seperti layanan kesehatan melalui JKN dan program pembangunan yang dibiayai DAK.

 

Saat dimintai tanggapannya terkait SiLPA yang mencapai lebih dari Rp230 miliar, Darmawangsyah mengakui bahwa angka tersebut menjadi catatan penting bagi pemerintahan yang saat ini dipimpin Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang bersama dirinya.

 

Menurutnya, pemerintahan saat ini baru efektif berjalan dalam tahun pertama sehingga masih melakukan berbagai penyesuaian dalam tata kelola pemerintahan dan penganggaran.

 

"Ke depan tentu akan kita kelola lebih baik agar penyerapan anggaran semakin maksimal dan manfaatnya bisa lebih cepat dirasakan masyarakat," kata Darmawangsyah.

 

Besarnya SiLPA 2025 diharapakan akan menjadi salah satu fokus pembahasan DPRD Gowa dalam tahapan selanjutnya, terutama untuk menelusuri faktor-faktor yang menyebabkan masih tersisanya ratusan miliar rupiah anggaran yang belum termanfaatkan hingga akhir tahun anggaran.

Zatera News